Sineas Indon「Football betting platform」esia, Filipina, dan Thailand Bicara Masa Depan Industri Film Asia Tenggara

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:bet36sportsbetting

Baca jFooFootball betting platformtball bettFootball betting platforming platformuga: Hadirkan 6 Sineas Berbakat, Ini Film Pendek Program Disney Launchpad

Namun kanal distribusi film alternatif seperti Netflix juga telah menjadi bagian yang terintegrasi untuk memudahkan para sineas Asia Tenggara untuk menciptakan konten lokal bagi audiens internasional.

Tak dapat dipungkiri pelaku industri film menetapkan target baru serta bioskop semakin banyak dibangun untuk mewarnai dunia hiburan.

Vanridee Pongsitisak yang pernah memproduseri Pee Mak and Suckseed mengatakan, pandemi global memaksa banyak negara memberlakukan pembatasan kapasitas hingga penutupan bioskop.

Lalu, Mikhail Red, sutradara Dead Kids berujar memproduksi film di tengah berbagai aturan terkait Covid-19 terasa sangat menantang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"Ini menjadikan kanal distribusi film alternatif seperti Netflix sebagai menjadi bagian terintegrasi dari industri ini. Selain itu kita juga harus berhadapan dengan tantangan lain dalam mencari dukungan dana, yang tidak sebesar industri film Korea dan Jepang,” kata Vanridee Pongsitisak dalam rilis resmi Netflix, Selasa (28/9/2021).

Akan tetapi juga menunjukkan daya tahan dari semua pelaku industri film untuk beradaptasi dan mencari cara baru agar dapat bercerita tentang kisah mereka.

Baca juga: Pujian Para Sineas untuk Film Tilik, Suguhkan Komedi yang Menggigit

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa tahun terakhir industri film di Asia Tenggara telah berkembang pesat.

Tiga sineas ternama dari Asia Tenggara yakni Vanridee Pongsitisak (Thailand), Mikhail Red (Filipina), serta Timo Tjahjanto (Indonesia) berbagi kisah mereka dalam mewarnai industri film serta tantangan yang dihadapi selama masa pandemi.

Sehingga menurutnya pelaku industri film harus berpikir kreatif dalam mencari alternatif baru.

Hal ini ditandai dengan pengakuan pasar lokal dan internasional terhadap karya sineas muda.

Baca juga: Sinopsis Balada Bala Sinema, Kisah Perjuangan Sineas Purbalingga