Sports_rb88 sports betting download_Baccarat Website

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:bet36sportsbetting

Bagi setiap orang yang pernah mengunjungi berbagai daerah untuk berwisata, mereka pasti punya satu atau dua tempat paling berkesan. Tak terkecuali Lily, panggilang akrab Estelita. Selama menyandang Puteri Indonesia Pariwisata, berbagai daerah di Indonesia pernah dikunjunginya. Namun, Lily ternyata punya kesan mendalam pada sebuah kota, yaitu Ternate.

“Aku juga ke istana ratu. Istana khusus ratu Ternate. Istana itu ternyata kado dari sultan untuk sang ratu.”

Berbicara soal pariwisata Indonesia, kita tentu tak ingin sektor tersebut jalan di tempat. Apalagi dengan melimpahnya potensi di dalamnya. Dalam rangka memajukan sektor pariwisata pun banyak cara yang bisa dilakukan, seperti menunjuk figur tertentu untuk menjadi duta atau ambasador pariwisata.

Hal terakhir yang patut diperhitungkan keberadaannya adalah media sosial. Kita, kata Lily, harus benar-benar memanfaatkan teknologi tersebut untuk memberikan informasi kepada banyak orang tentang pariwisata Indonesia.

Status Puteri Indonesia Pariwisata yang waktu itu belum lama disandang ternyata membuatnya kaget dengan sambutan orang-orang di Ternate. Ia merasa benar-benar menjadi seorang putri kerajaan.

Beberapa hari lalu, Hipwee Travel mendapat kesempatan bertemu dan ngobrol cantik dengan runner-up 2 Puteri Indonesia 2014, Estelita Liana. Prestasinya sebagai runner up 2 Puteri Indonesia 2014 membuat Estelita otomatis menjadi Puteri Indonesia Pariwisata. Penasaran sama apa yang diobrolin? Langsung aja yuk!

“Contoh kecilnya lihat di Path. Ketika temanmu check in di satu tempat yang menarik, mungkin sehari atau dua hari kemudian, kita ada di lokasi tersebut karena penasaran,” tutupnya.

Jeleknya di Indonesia, kata Lily, itu tangannya yang gatal buat coret-coret. Kita juga kerap lupa dengan sampah. Padahal penting banget untuk menjaga kelestarian tempat tersebut. Buat apa sekolah tinggi kalau kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak juga hilang.

Tangan kita memang suka gatal kalau masalah pariwisata. Salah satu dari kamu mungkin pernah menjadi pelaku. Nahh, mudah-mudahan dengan membaca wejangan Puteri Indonesia Pariwisata 2014 ini kamu bisa mulai melek dengan pentingnya menjaga milik kita bersama.

Selain hal-hal di atas, Lily juga mengajak semua orang Indonesia untuk tetap berlaku ramah dan menciptakan suasana aman terlebih dahulu untuk memajukan pariwisata Indonesia. Menurutnya, percuma kalau kita gencar-gencarkan pariwisata Indonesia, kalau di negara kita sendiri banyak isu terorisme. Mesti kita lawan demi kemaslahatan banyak pihak, termasuk dunia pariwisata Indonesia.

Sebagai mantan Puteri Indonesia Pariwisata, Lily tak berarti tak punya hak untuk berpendapat tentang kondisi pariwisata Indonesia. Menurutnya, pariwisata Indonesia sangat keren, hanya kurang merata pembangunan infrasturturnya.

“Kesadaran dirilah yang perlu ditekankan. Sampah permen itu kecil memang kalau kita buang, tapi kalau setiap orang mikir gitu, ya bisa numpuk. Padahal untuk sekedar mengantongi sampai membuangnya ke tempat sampah itu gampang,” kata Lily.

Enggak hanya kritik, Lily pun memberi contoh solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Kalau mengandalkan pemerintah yang agak susah, kata Lily, cuma habis-habiskan waktu.

“Bali memang sudah siap banget jadi destinasi pariwisata. Di sana terorganisir. Ternate dan Sumbawa padahal enggak kalah bagus. Tapi ya itu, begitu datang, kita bisa bingung mau ke mana dan naik apa. Kalu waktu sama rombongan Puteri Indonesia memang dijamu. Nah, kalau turis-turis lain?”

Kalau bicara pariwisata, rasanya Bali sudah enggak asing di telinga kita. Jadi Bali enggak masuk rekomendasi pilihan Lily. Sudah biasa banget, katanya.

Selain itu, Lily juga mengaku mendapat pengalaman spesial. Ia diizinkan masuk ke sebuah istana ratu Ternate yang hanya boleh dimasuki oleh ratu.

“Buktinya Kabupaten Gunung Kidul bisa dengan swadaya massyarakat. Kalau ngeluh doang, ya, gitu-gitu aja,” tuturnya.

“Kena matahari sedikit saja sampai dipayungi. Terus, waktu mau nuangin air minum, mereka sampai harus menunduk. Aku ngerasa jadi putri kerajaan. Padahal dalam hati aku bilang, ‘aku tuh mahasiswa biasa’,” ungkap Lily.

Dia membandingkan ketidakmerataan infrastruktur pariwisata antara satu daerah ke daerah yang lain.

Ia memilih Yogyakarta dan Lombok sebagai rekomendasi untuk siapa saja yang akan berwisata. Dara kelahiran 22 Juli 1993 tersebut memang asli Yogyakarta, tapi bukan karena itu dia memilih Yogya.

“Bukan. Bukan karena aku orang Yogya. Orang cari wisata cari apa coba? Mereka mencari sesuatu yang beda ‘kan? Kalau gitu-gitu aja ‘kan gak seru.Dan Jogja itu beda banget, punya keunikan sendiri. Dan hal yang enggak pernah lihatlah yang membuat mereka tertarik.”

Awak Hipwee Travel bersama Mbak Estelita. via hipwee.com

“Sudah oke. Cuma fasilitas dan infrastruktur yang kurang merata. Waktu di Polandia pun mereka yang dari negara lain cuma tahu Bali, enggak dengan Indonesia. Padahal, ya ampun, itu Bali ada di negaraku,” kata Lily dengan nada gemas.