Di Mana Situs Arkeologi Tertua di Duni「Malaysia Gambling Network」a?

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:bet36sportsbetting

KOMPAS.com - MalaysMalaysia Gambling Networkia Gambling Networknenek moyMalaysia Gambling Networkang manusia sudah menjelajah Bumi sejak 6 juta tahun lalu. Akan tetapi, di manakah situs paling awal atau situs arkeologi tertua yang berisi bukti arkeologis tentang keberadaan mereka?

Ada kemungkinan bahwa Australopithecus afarensis menggunakan artefak batu untuk memecahkan kacang.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 di jurnal Nature, para peneliti menyebut dari penanggalan sedimen tempat artefak ditemukan, mereka memperkirakan usia situs itu sekitar 3,3 juta tahun.

Baca juga: 3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

Beberapa ada yang meragukan jika artefak tak berasal dari waktu yang sama dengan sedimen yang ditemukan.

"Lomekwi 3 adalah situs arkeologi tertua yang diketahui di dunia," Jason Lewis, asisten direktur Turkana Basin Institute dan salah satu penulis makalah tersebut.

Jeremy DeSilva, seorang profesor antropologi di Dartmouth College yang tidak terlibat dalam penelitian ini, setuju bahwa Lomekwi 3 adalah situs arkeologi tertua di dunia yang diketahui, tetapi ia mencatat bahwa tidak semua ahli setuju.

"Lomekwi masih kontroversial dan beberapa rekan kami tetap tidak yakin dengan kekunoan artefak itu," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Alat-alat itu kemungkinan dibuat oleh Australopithecus afarensis, hominin (leluhur manusia dan kerabatnya) yang tinggal di wilayah tersebut pada saat itu.

Mengutip Live Science, Selasa (21/9/2021) situs arkeologi tertua yang pertama disebut Lomekwi 3. Tempat tersebut menyimpan tulang belulang hominin serta artefak batu dan terletak di sebuah bukit di Turkana Barat, Kenya.

Ternyata menurut para ahli ada dua tempat, yakni satu di Kenya dan lainnya di Ethiopia.