Casino platform registration_Football Handicap app_Casino game_Malaysia Online Gambling Company

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:bet36sportsbetting

Baccarat Casinoyou kBaccarat Casinonow what?

Aku Baccarat CasinoBaccarat Casinomenjadi takut, nurut, segaBaccarat Casinola keinginannya kupenuhi. Sekali lagi, SEGALANYA! Dan dalihnya dia adalah cinta kasih.

Aku tahu dia sudah sangat berjasa padaku, beliau adalah salah satu alasan kenapa aku memilih untuk tetap hidup. Dan itu menjadi senjatanya agar pengaruhnya membenam di otakku.

Ayah sudah memanggil, sudahi sini dulu ya ceritanya.

Kamu masih ingat kali pertama ceritaku? Saat itu aku bercerita soal aku yang selalu merasa sendiri, tidak punya teman, tidak punya sosok orangtua, terlebih tidak punya sosok ayah. Kamu ingat gimana aku sangat menantikan seorang pelindung, seorang panutan, seorang yang bisa menjagaku dan membesarkanku? Dan aku ingin sekali punya seorang ayah yang tidak hanya memperhatikan dari jauh. Aku ingin dibelai, aku ingin disuapi, aku ingin ditimang, aku ingin dimanja, semuaaaa aku inginkan.

Kesepian itu mulai terobati ketika aku beranjak SMA. Aku mulai bisa bergaul, meski awalnya masih kikuk. Aku kecil, kurus, putih sih, tapi tetap saja penampilanku tuh nggak menarik. Aku nggak percaya sama orang yang bilang aku cantik, karena aku sama sekali nggak merasa seperti itu. Buktinya nggak ada tuh cowok yang mau deketin aku. Sumpah aku sama sekali nggak punya rasa percaya diri. Sampai suatu hari aku bertemu beliau. Pria yang membuat aku merasa menjadi selayaknya manusia. Dirinya menjagaku, mendidiku, mengawasiku, segalanya yang bisa ia berikan selayaknya ayah kandung.

Sejak malam itu, aku diperlakukan sebagai barang, yang hanya boleh melakukan kasih dan cinta untuknya. Aku tidak boleh punya pacar, bahkan aku tidak boleh punya teman cowok, Men! Sampai aku kuliah pun aku masih harus terus berada di pengawasannya. Sudah seperti pacaran yang aku harus mengabari ngapain saja, sama siapa, ke mana. Jika ia curiga, ia segera menyusul di mana pun aku berada. Entah itu di kampus, foodcourt, mal, angkringan, atau bahkan toilet.

Aku apes, ditipu raja muslihat busuk.

Kami mampu membangun sebuah sekolah yang membantu anak-anak terlantar. Yang biasanya terbentur akses mendapat pendidikan. Kami belajar berbisnis agar mendapat pemasukan, lalu kami gunakan untuk modal bisnis sekaligus bakti sosial. Kamu bisa bayangkan di usia yang belum punya KTP, kami bisa meluluskan anak-anak SD, SMP dan bahkan SMA.

Tapi ya bagaimana? Aku harus terima hanya hidup berdua dengan ibuku. Dan beliau sangat sibuk.

Aku dibuatnya untuk menjadi seorang perempuan yang setia, yang bisa mengasihi dan mencintai. Aku dibuatnya menjadi dewasa, mandiri, bisa bertahan hidup. Aku dibuatnya bisa menghormati, segan, dan taat terhadap orangtuaku. Namun, semua itu lebih tepatnya adalah tuntutan untuk melayani dirinya. Aku setia, mencintai, hormat, takut, sungkan, bukan untuk orang lain, tapi untuk DIA!

Well, at least, itu yang sempat aku pikirkan tentang orang ini. Cowok, sampai kapan pun bakal jadi 'cowok'.

***

Baiklah, aku ceritakan lagi. Kali ini simpan dengan baik!

Dan teruntuk jurnal kesayanganku yang sudah hampir hancur, aku mau cerita sesuatu boleh ya. Kamu tahu kan belenggu yang selama ini sudah mencengkeram leherku. Coba dirimu punya mata, kamu pasti bisa lihat garis luka sekeliling leherku.

Hei, salam kenal. Namaku… Umm, sori aku orangnya pemalu. So, aku akan memanggil diriku "GEMINI".

Cukup aku katakan, malam itu menjadi titik balikku di mana aku sudah berada di atas angin atas pencapaianku, ditarik dan dihempas ke bumi saat itu juga. Aku menjadi serendah-rendahnya manusia di mata beliau. Aku dijuluki "Perempuan Bernoda". Dan itu menjadi pembenaran bagi dirinya membuat aku lebih kotor. 

Gimana? Aku harus kabur juga katamu? Ya tapi bagaimana caranya dan siapa yang mau membantuku?

Beggar can't be chooser, kan?

Anak-anak ini, cowok dan cewek, beliau bimbing untuk bisa berdiri sendiri. Begitu besar rasa sayangnya, ia tidak bisa melihat kami bertengkar satu sama lain, selalu mengajarkan kasih sayang. Ia tegas namun lemah lembut. Kegalakannya demi pengembangan mental kami dan itu berhasil.

Benar saja!

Ternyata aku hanya cukup mengikhlaskan saja kalau ini terjadi dan aku layak mendapatkannya. Biarlah aku diinjak, dinodai, dibungkam, selama aku bisa hidup dan bisa makan.

What?

Awalnya, aku melihat orang ini sebagai orang yang sangat terhormat. Ia disegani tetangganya, ibuku pun mengaguminya. Aku bukan satu-satunya anak angkat beliau. Banyak yang ia rangkul, terutama mereka yang memiliki persoalan batin dan kondisi yang mirip denganku. Anak-anak yang pendidikannya tersendat, keluarganya berantakan, jiwanya terganggu, pokoknya yang hidupnya miris seperti aku. 

Aku tidak bisa lepas, dan itu membuatku semakin terpuruk. Aku tidak bisa menentang kemauannya, apalagi melawan. Semakin lama, satu per satu temanku lepas dari cengkeramannya. Mereka mulai paham dengan tabiat dan pemikiran laknat terpendam ayah kami. Ada yang tiba-tiba hilang tanpa kabar, bertengkar lalu kabur, ada juga yang blak-blakan menentang ayah. Semua lepas tinggal aku dan satu teman perempuanku, yang benar-benar sudah pasrah dan setia kepada ayahku. Saat itu aku berpikir aku harus lepas dari belenggu ini. Tapi…

Seriusan, aku sempat heran kenapa baru sekarang jalan keluarnya kepikiran. Setelah sekian lama aku ada di neraka ini dan ayah jadi iblisnya. 

I love you!

***

Pencapaian itu merupakan kebanggaan besar buatku. Aku yang selama ini tidak pandai bergaul, justru menjadi sangat aktif di kegiatan sosial. Berkat jasa ayah angkatku.

Hahahaha, bahkan aku masih menggunakan istilah 'ayah' untuk menyebut manusia laknat ini.

Tapi kini aku mengerti bagaimana cara menyikapinya.

***

Biarlah tiap malam aku sakit dan sengsara. Aku sudah jatuh cinta dengan neraka ini, aku lebih takut berada di luar sana.

Baiklah, ini ceritanya cukup panjang lho. Tapi bukannya kamu sudah tahu dari coretan-coretan lamaku ya?

Nunggu tuh capek banget tauk, dan apa jaminan yang berikutnya tidak lebih buruk dari ayah? Aku tidak seberuntung sahabatku yang akhirnya bertemu dengan ksatrianya.

Becanda deng hehehe. Aku berbicara kiasan, kamu tidak akan bisa melihat lukanya. Tapi pun kalau memang luka, aku kayaknya mulai suka dan ketagihan.

Dulu aku harus mencari hiburan sendiri sementara ibuku bekerja terus. Mau nggak mau aku bermain sendiri, berangkat sekolah sendiri, makan sendiri, dan itu sejak kecil lho! Mana ada ibuku tahu aku di sekolah seperti apa, mainnya sama siapa, belajarnya gimana. Beliau jarang di rumah kok. Kadang aku mempertanyakan apa dirinya merasakan yang kurasa?

Ups! Aku lupa kalau ada sebagian dari kamu yang aku robek dan buang. Hehehe, maaf yaa.

Kamu paham kan, Jur, apa saja yang ada di otak laki-laki?

Terdengar agak miris? Iya ya, tapi aku seperti lega kok.